(Canker Sore) Sariawan atau..?

 

        Sariawan (Canker Sore) merupakan kata yang sudah lazim kita dengar sehari-hari. Kebanyakan orang juga pasti pernah lah ya ngalamin sariawan.   Biasanya sih kalau saya pribadi, sariawan muncul kalau kepentok sikat gigi, gak sengaja kegigit atau kebanyakan makan nanaanas.  Dalam dunia kedokteran gigi sendiri gak jarang pasien datang dengan keluhan sariawan yang gak sembuh, jangka waktunya beragam, ada yg gak sembuh sejak 6 bulan yg lalu, 1 tahun yg lalu, atau seumur hidup gak sembuh2 juga adaa..;p.  Selain itu juga banyak, yg TERNYATA.. (Setelah dilakukan pemeriksaan klinis dan penunjang) penyakitnya bukan Sariawan…

         Sariawan definisi keren-nya merupakan kelainan yang dikarakteristikan oleh ulser yang terjadi berulang kali pada mukosa mulut pasien dengan tidak ada tanda kelainan yang lain. Ulser berasal dari perkataan Latin, Ulcus yang bermaksud bukaan, jadi gampangnya ulser itu yah “Luka Terbuka“. Sariawan dalam bahasa kedokterannya disingkat menjadi SAR (Stomatitis Aphtous Reccurent).   SAR menurut karakteristik klinisnya dapat dibagi menjadi 3 yaitu SAR Minor, SAR Mayor, dan SAR Herpetiform

SAR Minor

SAR Minor

SAR Mayor

SAR Mayor

SAR Herpetiform

SAR Herpetiform

 

Minor

Mayor

Herpetiform

Persentase

75 – 85

10 – 15

5 – 10

Ukuran (mm)

2 – 5

>  10

< 5

Durasi (hari)

10 – 14

>  14

10 – 14

Bekas luka

Tidak

Ya

Tidak

SAR dapat mengenai semua orang, akan tetapi WANITA dan DEWASA MUDA sedikit lebih rentan. Penyebab SAR sendiri masih belum diketahui, akan tetapi disebutkan faktor-faktor (predisposisi) yang berhubungan dengan SAR meliputi

  • Faktor Genetik
  • Defisiensi Hematologi khususnya zat besi, folat, atau vitamin B12
  • Kelainan Sistem Imun
  • Trauma (Tergigit, Mengkonsumsi makanan atau minuman terlalu dingin/panas,Terkena bahan kimia)
  • Merokok
  • Stress, Cemas
  • Alergi
  • Hormonal (contoh: sebelum dan sesudah menstruasi)
  • Keadaan Rongga Mulut (Kebersihan mulut, keadaaan gigi geligi)
  • Kebanyakan Galau    LOL”

            SAR pernah diasumsikan sebagai salah satu bentuk dari infeksi HSV (Herpes Simplex Virus) rekuren dan banyak klinisi yang salah mendiagnosis SAR sebagai “herpes”. Namun menurut studi yang telah dilakukan selama 40 tahun, SAR tidak disebabkan oleh HSV.  Terdapat banyak teori yang menyebutkan bahwa ada hubungan RAS dan agen-agen mikrobial , seperti oral streptococci, Helicobacter pylori, VZV, CMV, dan human herpesvirus (HHV) -6 dan HHV -7, namun tidak ada data yang menyimpulkan hubungan RAS dengan mikroorganisme spesifik apapun.

           Lesi biasanya berada di mukosa mulut yang diawali dengan sensasi rasa terbakar selama 2-48 jam sebelum ulser timbul. Saat periode insial ini, area eritema (kemerahan) lokal terbentuk. Dalam beberapa jam, papul putih, ulser, dan lesi tersebut akan semakin membesar selama 48 sampai 72 jam berikutnya.

         Lesi soliter berbentuk bulat, simetris, dan dangkal (mirip dengan ulser yang disebabkan oleh virus), tetapi tidak ada jaringan yang menempel seperti vesikel yang ruptur, yang mana membantu dalam membedakan SAR dan penyakit lain yang dimulai dari vesikel, seperti pemphigus dan pemphigoid. Lesi multiple sering terjadi, tetapi jumlah, ukuran, dan frekuensinya berbeda-beda. SAR jarang terjadi pada permukaan yang berkeratin seperti palatum dan gingiva. Pada SAR Ringan, lesi berukuran 0,3 mm sampai 1 cm dan mulai menyembuh dalam waktu satu minggu. Penyembuhan tanpa bekas luka biasanya terjadi dalam waktu 10-14 hari.

Differential Diagnosis

           Pemeriksaan SAR yang dilakukan dengan memeriksa riwayat dan pemeriksaan secara klinis dapat membantu dalam mengeluarkan kemungkinan-kemungkinan penyakit lain seperti stomatitis yang disebabkan oleh virus, atau dari lesi multipel yang kronis seperti pemphigus atau pemphigoid, serta kondisi lain yang berhubungan dengan ulser rekuren seperti penyakit jaringan ikat, reaksi obat, dan kelainan dermatologis. Pemeriksaan penunjang yang penting pada kasus SAR salah satunya biopsi dan pemeriksaan darah lengkap.

Skema Penentuan Diagnosis SAR

Skema Penentuan Diagnosis SAR

Treatment

            Pengobatan yang diberikan harus disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit. Pada lesi yang ringan dengan lesi berjumlah 2 sampai 3, hanya diperlukan Minosep Gargle, Orabase atau Zilactin, dan topikal anestetik untuk mengatasi rasa sakit penderita. Pada kasus yang lebih parah, penggunaan steroid topikal seperti fluocinonide, betamethasone, atau clobetasol diletakkan langsung diatas lesi akan memperpendek waktu penyembuhan dan mengurangi ukuran dari ulser.

Skema Perawatan SAR

Skema Perawatan SAR

Kondisi-kondisi yang sering disamakan dengan SAR (Canker Sore) (Sariawan)

RIH

Reccurent Intraoral Herpes

Herpangina

Herpangina

Hand Foot and Mouth Disease

Hand Foot and Mouth Disease

Traumatic Ulcer

Traumatic Ulcer

Pemphigus Vulgaris

Pemphigus Vulgaris

Karsinoma sel skuamosa

Karsinoma sel skuamosa

Kasus

            Pasien laki2 21 tahun datang dengan keluhan terdapat luka pada lidah sejak 3 bulan yang lalu, awal luka kecil lalu membesar terasa sakit sampai gatal kemudian digigit-gigit sampai berdarah.  Awal muncul sariawan ada rasa gatal, lalu digesek-gesek pakai lidah, lama-lama terkelupas atau luka, lalu membesar dan akhirnya berdarah.  Bila tidak makan, sariawan terasa perih, namun setelah makan terasa gatal dan perih, nyeri hilang dengan minosep dikompres.  Pasien berobat ke dokter umum 10 hari yang lalu diberi 3 obat, pasien tidak ingat akan tetapi tidak ada perubahan rasa sakit, perih tidak hilang. Pasien tidak ada riwayat sariawan berulang. Riwayat demam sebelum timbul sariawan disangkal.  Riwayat demam setelah timbul sariwan disangkal. Tidak ada riwayat penyakit sistemik Akan tetapi, ada rasa sesak didada sejak 3 tahun yang lalu. Rasa sesak didada tidak ada hubungannya dengan sariawan di lidah.  Pasien rutin berobat ke dokter saraf akibat pembengkakan di pundak kanan pro fisioterapi, minum obat racikan 2x/hr sudah 1 bulan, vitamin b kompleks 1x/hari sudah 3 tahun.  Lesi dikulit disangkal.

Kondisi Umum

Berat Badan                  :   49 Kg             MST Skor 1

Tinggi Badan                : ±160 Cm

TekananDarah              : 130/98

Nadi                               :  95x/menit

Nafas                             :  20x/menit

Pemeriksaan Intra Oral

Kebersihan mulut         : Debris indeks (+), Kalkulus (+)Supragingiva

OHI-S                            : Sedang

Stain                               : +

Gingiva                          : TAK

Tampilan Klinis

UC 2

UC 3

UC

UC 5

Nah kalau yang begini kira2 sariawan atau bukan….? 😀

—————————————the end—————————————

Sumber

            1.  Greenberg S Martin, Glick M. Burket's Oral Medicine. 11 ed. Hamilton: BC Decker; 2008
2.Scully C.  Handbook of Oral Disease Diagnosis and Management.Martin Dunitz: 1999
3. Regezi JA, Sciubba JJ, Jordan RCK, editors. Oral Pathology: Clinical Pathologic Correlations. 6 ed. St. Louis: ;
2012.
4.Langlais, P, Robert.  Atlas Berwarna Kelainan Rongga Mulut Yang Lazim

Advertisements

7 thoughts on “(Canker Sore) Sariawan atau..?

Share your thought, idea, or question here! Thank You!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s