Accidentally Yogyakarta (Part 1)

Dua minggu kemarin adalah minggu-minggu penting dan penentuan bagi saya.  Dimulai dari tanggal 23 Maret dimana saya harus menjalani ujian akhir Konservasi yang tentunya lisan, padahal tgl 21 dan 22-nya harus perform tari India di Ancol yg notabennya acaranya berlangsung sampai jam 10 malam lol. (Kapan coba belajarnya?? LOL)

Waktu yang tersisa untuk bisa ikut Yudisium biar bisa keuber utk ikutan sumpah drg tgl 12 dan UKDGI (semacam ujian untuk mendapatkan surat ijin praktik drg) pun juga dirasa sangat mepet.  Yudisium tanggal 3 dan untuk bulan ini karena kampus saya tdk mengadakan UKDGI jd harus daftar UKDGI di UGM, dan berkas harus sudah masuk di UGM tanggal 4 jam 14.30 (besoknya) wooof .

Berhubung ujiannya lisan  (saya vs 2 org penguji), kecil kemungkinan juga sekali pertemuan langsung lulus, minimal pasti ada tugas ditambah lagi penguji2nya adalah dokter yg super sibuk.  Setelah 2x bolak balik, alhamdulillah hari Jumatnya sudah bisa dibilang lulus ujian Konservasi, tapi tetap saja masih deg-deg kan karena nilainya belum masuk.  😀

Hari Senin saya pun mengurus surat keterangan lulus yang merupakan salah satu syarat yang harus diserahkan ke UGM.  Akan tetapi, untuk tiket berangkat ke Yogya, saya harus menunggu kepastian dari 2 teman saya yg lain, karena mereka masih ujian di hari rabunya,,, (superb mepet).

Hari rabu 1 teman saya akhirnya dinyatakan lulus dan bisa ikut yudisium.  Akhirnya baru hari Rabu kami pun cari2 tiket pesawat ke Yogya.  Akan tetapi, karena mepet  semua tiket pesawat ke Yogya habis, kalaupun ada juga mahal T.T.  Kami pun beralih ke kereta api, dan akhirnya diputuskan kami naIk kereta Ekonomi AC Bogowonto IDR 165.000 jam 7 malam dari Stasiun Pasar Senen.

Pada keesokan harinya yaitu tanggal 3 April, yudisium baru selesai jam setengah 4 sore, jadi saya tdk bs pulang lagi, akhirnya numpang mandi di Masjid ARH lol.  Jam 6 saya sudah berada di stasiun Senen, dan setelah kedua teman saya Rs dan Em datang kami pun masuk ke kereta.  Tidak berselang lama setelah kami masuk, kereta pun berangkat *jugijagjigujgijug hahaa.  Ini pertama kalinya saya naik kereta ekonomi untuk jarak jauh, sebenarnya bagi saya bukan masalah AC atau tidaknya, saya pernah kok naik kereta bisnis Non AC (bareng ayam2, LOL) ke Semarang waktu saya backpaker-an ke Karimun, akan tetapi bangkunya tidak bikin semenderita ini,, lol.  Bangku di kereta ekonomi itu entah kenapa desing-nya bikin duduknya jadi terlalu tegak dan bikin sakit pinggang (enakan bangku metromini deh..LOL) dan hal ini berlangsung kurang lebih selama 8 jam.. ahahahah. Ditambah lagi ketika berhenti di Cirebon keretanya juga mati lampuuuu,, (sekitar 1 jam gak jalan) Ya ampunnn t____t 😀

Apapun itu, Alhamdulillah jam 04.30 pagi saya dan kedua teman saya pun sampai di Stasiun Tugu Yogya.  Setelah sholat subuh saya dan kedua teman saya pun keluar dari stasiun.  Sembari geret2 koper (lagi gak mahu pakai ransel, lagi back pain 😀) sepanjang jalan Malioboro kami pun muter-muter cari hotel yang murah.  Bener-bener gak tahu mahu ke hotel apa dan dimana karena gak cari tahu sebelumnya dan kami pun menolak menggunakan taksi atau becak karena takut kena tifuu.. LOL

Nah dahulu kala ketika ke Yogya seinget saya ada hotel murah dgn fasilitas oke di  salah satu gang sebelah kiri jalan dari arah stasiun tetapi saya lupa nama hotelnya (secara sudah 10 tahun lalu,,:D).  Setelah mal Malioboro kami pun mencoba masuk ke gang tersebut. Saya inget2 kyknya bukan ini deh gang-nya haha. Beberapa hotel pun pintunya terlihat masih menutup T.T. Akan tetapi, ada satu hotel dengan tulisan ungu di akhir gang yg pintunya terbuka.  Setelah bertanya ternyata harga satu malam IDR 250.000 kamar standard utk 2 orang, kamar mandi di dalam (lebih murah dibanding hotel pertama yang kami lihat) dan kondisi hotel dan kamarnya pun homie dan kos-kosan banget. Kira-kira beginilah kondisi hotelnya

Kami dapat kamar di lantai 2 yang menurut kami suasananya mirip kosan bgt dan dapet pencahayaan yang bagus.  Terlebih letak musholla yg berada di depan kamar kami, jadinya saya enak deh kalau mahu sholat.. :D.  Mungkin kalau masih mahu muter2 cari yang lebih murah lagi pasti ada, akan tetapi kondisnya belum tentu seapik ini, lagipula kami pun sudah kebelet pipis dan lelah, dan pingin mandi banget,,lol

Setelah mandi, kami pun bersiap2 untuk berangkat ke UGM.  Setelah bertanya kepada penjaga hotel katanya kalau ke UGM itu memakai jalur 2 selebihnya dia tidak tahu (zzz beneran orang Yogya bukan sih? lol).  Ternyata disini lalu lintasnya sudah diatur dengan sangat apik, mungkin inilah yang menyebabkan Yogya itu gak macet kayak Jakarta,, lol.  Sebelum berangkat kesana kami pun menyempatkan untuk mencari sarapan di sepanjang jalan Malioboro, pilihan jatuh kepada gerobak yang pembelinya paling ramai hehehe,,.  Gerobak yang paling ramai tersebut menjual pecel madiun.

IMG_2795

Pecel Madiun

Saya dan Em memesan pecel madiun, memakai telur dadar, tempe, dan sate ayam, sedangkan Rs tidak memesan haha..  Pecel madiun ini dihargai IDR 10.000 saja. 😀 Rasanya enak, saya suka dan tidak manis ternyata,, 😀 Akan tetapi, sate ayamnya daginya kerass banget, makanya saya tidak bisa makan lol

Setelah selesai makan, kami pun bertanya lagi kepada tukang becak yang mangkal disekitar sana bagaimana cara naik angkutan umum ke UGM.  Tukang becaknya bilang bisa naik Trans Yogya tapi agak lama atau naik Kopata di jalan arah balik dari Malioboro.  Kami pun masuk lagi ke gang hotel tempat kami menginap, berjalan lurus terus sampai keluar ke jalan raya lagi.  Disana kami pun naik Kopata bertuliskan jalur 2.  Kopatanya tidak berkenek, jadi langsung bertanya pada supirnya saja.  Alhamdulillah kami tidak salah naik dan sekitar 15 menit kami pun sampai di FKG UGM.  Ongkos Kopata untuk 1 orang IDR 3.000 saja 😀

Kompleks UGM ternyata juga luas banget dan dilalui sebagai lalu lintas umum :D.  Memasuki FKG-nya yang lebih luas juga daripada kampus kami berasal lol, kami pun bertanya dimana tempat mendaftar UKDGI kepada salah satu mbak2 yang lewat.  Setelah kami sampai di gedung yang dimaksud, kami pun duduk dahulu untuk ngaso2 melepas lelah sembari menunggu ke2 teman kami yang lain. Kedua teman kami datang menggunakan kereta yang berangkat dari Senen jam 10 malam.  Kira-kira beginilah suasana FKG UGM.

Setelah proses administrasi selesai Rs pun pamit pulang, hahaha . Rs gak berminat untuk jalan-jalan dulu dan kapok naik kereta makanya dia langsung pulang pakai naik pesawat :D.  Sedangkan saya dan Em mahu mencoba nge-bolang sebentar.  Saya dan Em pun pamit kepada kedua orang teman kami yang lain dan kami pun kembali ke Malioboro menggunakan trans Yogya.  Ini pertama kalinya kami naik trans Yogya, haltenya mini-mini dan jalurnya lebih rumit dibanding trans Jakarta jadi harus banyak bertanya, *mungkin karena belum terbiasa yaaaa..lol*.  Tarif trans Yogya juga hanya IDR 3000.  Kira2 beginiilah suasana di dalam trans Yogya yang kami naiki.

To be continued….

Advertisements

7 thoughts on “Accidentally Yogyakarta (Part 1)

  1. Wah naik ekonomi berjam jam gitu apa rasanya 😥
    Perjuangan kali ya prims ~
    Maaci loh oleh oleh bakpia keju nya habis dln sekejap loh ♥♡

    Like

  2. Prims lo lucuuu bgt sih. Ahaha tp gpp laah akhirnya sampe jg di jogja. Seruuu kaan naik becak ? Ohoho. Jdi lo angkat sulpah kpn dan dmna prims ?

    Like

Share your thought, idea, or question here! Thank You!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s