“Scaling” Gigi

       “Scaling merupakan suatu perawatan pada bidang kedokteran gigi yang umumnya dilakukan pada awal kunjungan pasien ke dokter gigi.  Apapun keluhannya kalau semisal memang bukan suatu emergency disertai memang karangnya banyak, kotor naudzubilla pasti dokternya akan menyarankan untuk di scaling terlebih dahulu sebelum dilakukan tindakan contoh: pencabutan, penambalan, atau perawatan saluran akar.

         Pastinya akan lebih enak dong apabila perawatan-perawatan tersebut diatas dilakukan setelah keadaan rongga mulut pasien sudah bersih (setidaknya kuman-kuman jahatnya sudah berkurang), selain itu kebersihan juga akan meningkatkan persentase keberhasilan dari perawatan gigi itu sendiri.  Rongga mulut yang kotor pasti merupakan istana bagi kuman jin, iblis, tuyul dll.   Si kuman inilah yang bisa menyebabkan timbulnya reinfeksi, maupun infeksi-infeksi lain yang menyebabkan perawatan giginya bisa jadi tidak kelar-kelar*Gak papah juga si kalau emang demen bolak balik ke dokter gigi* lol

Pasien juga dijamin merasa lebih nyaman, dan bagi dokternya juga pasti enak kerjanya *Baunya setidaknya pasti berkurang* lol.

Scaling atau yang biasanya disebut pembersihan karang gigi merupakan suatu perawatan Non Bedah yang bertujuan untuk menghilangkan plak, kalkulus, dan deposit lain dari permukaan gigi”. 

       Sensasi pertama sebelum tahu scaling itu diapain  terutama yg penakut tentunya PASTI TAKUT,  ya kan?? :D.  Apalagi alatnya lumayan lancip2 gimana gitu diujungnya, bunyinya juga lumayan meresahkan 😀

Scaler Ultrasonik

       Biasanya nih ya kalau karangnya tebel dan banyak seperti Titanic Iceberg, pasti sesudah di scaling tuh gigi berasaaa enteng bangettttt, bahkan kalau ada angin berhembus ke sela-sela giginyaa *wes ewes2  bablas angine :D*, atau mungkin berasa giginya ilang sangkain entengnya hahaha.  Ada juga yang merasa sesudah diskaling giginya jadi renggang *ya wajar org selama ini sela-sela giginya ketutup karangnya* atau merasa ngilu terutama gigi depan atas atau bawah *ini juga wajar*, mulutnya berdarah banyak *lebih wajar lagiii*D

      Nah pasien yang mahu di scaling adalah pasien yang byk mendominasi datang ke drg *selain pencabutan dan penambalan*.  Saya juga suka kok dengan pekerjaan men-scaling ini :D.  Baru-baru ini di klinik sedang ada promo scaling, jadi lumayan banyak pasien yang datang untuk scaling.  Akan tetapi, lama kelamaan kalau pasien yang datang untuk di scaling tersebut datang dengan riwayat belum pernah ke drg sebelumnya,, *waah saya sudah ngebayangin tuh karangnya setebal apa  *EPIC*.   Apalagi jikalau pasiennya merokok biasanya banyak stain (noda) dan karangnya lebih susah dipecah *saya sampai bisa ngobrol sama asistennya sambil naruh mata scalernya di karang giginya sekitar 2 menit, eh pas dilihat belum pecah juga, hahaha*.  Alhasil walaupun sudah berusaha sebisa mungkin dalam posisi yg benar, tetap saja karena kebanyakan men-scaling karang gigi kelas berat dalam 3 hari  ini leher saya jadi kaku gak bisa tengok keatas T__T.  (dokter gigi itu memang berisiko banget terkena sakit punggung, (Backpain), sakit pinggang, sakit leher, dll T__T)

    Ini beberapa gambar sebelum dan sesudah perawatan scaling yg pernah saya kerjakan, (tingkat kebersihan mulut pasien ini untungnya masih medium :D)  *rasanya puas banget kalau bikin gigi pasien kita jadi kinclong lol*.

BEFORE

AFTER

      Setelah di scaling biasanya pasien pasti ngaca dan melihat giginya bersih atau belum dengan nyengir selebar-lebarnya {padahal penumpukan kalkulus (karang gigi) biasanya ada pada lingual gigi anterior (bagian belakang gigi bawah)}.  Seperti yang terlihat pada foto-foto diatas.  Kalkulus (karang gigi biasanya jarang ditemukan pada bagian labial (depan) gigi anterior.  Kalau sampe ADA waaah itu namanya orangnya JOROK! 😀

Contoh kalkulus pada lingual gigi anterior

Contoh kalkulus pada lingual gigi anterior

       Walaupun sudah bersih setelah di scaling tentunya pasien harus memiliki kesadaran, kemauan, dan kemampuan untuk tetap menjaga kebersihan rongga mulutnya.  Coba kita hitung! dalam sehari berapa kali kita mengunyah makanan? Bisa hampir 8x, kalau yang doyan ngemil mungkin bisa lebih :D.  Sisa-sisa makanan dan zat-zat  terkandung di dalamnya lah yang merupakan sumber makanan bagi kuman, dan sisa makanan tersebut akan menjadi busuk apabila terselip pada sela-sela gigi dan tidak dibersihkan.  Bersama kuman, hal ini dapat menimbulkan bau mulut  LOL.  Apabila kondisi gigi dan rongga mulut yang kotor ini berlangsung dalam jangka waktu lama, tidaklah mustahil akan berdampak pada kesehatan tubuh karena mulut merupakan gerbang masuknya makanan ke dalam tubuh kita.  Menjaga kebersihan gigi dan rongga mulut memang terkadang dianggap hal KECIL dan SEPELE, akan tetapi sesungguhnya dampaknya sangat BESAR pada kesehatan kita secara keseluruhan.  Makanya tidaklah berlebihan kalau orang bilang “Kebersihan itu sebagian sari iman” 😀

Oleh karena itu, penting banget untuk visit your dentist at least once in 6 months, setidaknya untuk scaling, kontrol dan konsultasi *karang gigi ini tidak bisa dihilangkan dengan sikat gigi atau obat kumur* (jangan tunggu bertahun-tahun atau sampai sakit gigi) 😀

“Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati”

Salam Sehat Gigi dan Mulut


Advertisements

19 thoughts on ““Scaling” Gigi

  1. Gw ketawa2 trs baca tulisan lo prim. Dan foto giginya engga bgt. Lgsg gw skip skip. Gw br 1x scalling dan rasanya emg deg2an. Itu bs malpraktek ga sih ? Berdarah2 gtu gusinya. Bisa ga ? Soalnya parno bgt iniiiih

    Like

    • 1X skaling tuh beraapa abad yang lalu peh?? lol. Hahah lebay si ipeh, malpraktek gimana orang sama sekali gak ngerusak gigi kok, wajar kli berdarah secara ada peradangan dan karangnya pasti udah nempel di gigi sama gusinya bgt tuh 😀

      Like

  2. thanks yah Prim info scalingnya, tp gak sempet2 nih mau ke drg nya *alasan* Kl smp berdarah2 ko jd ngeri ya 😦

    Like

    • Tergantung tempatnya, kalau di dental clinic yang bagus dan terkenal harganya bs 350-500 rbuan. kalau di klinik yang ditangani anak koas bisa 75 ribu saja. Sebenarnya kalau untuk scaling dimana saja hampir sama hanya beda alat dan proses penanganannnya saja 😀

      Like

Share your thought, idea, or question here! Thank You!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s